Showing posts with label ubuntu. Show all posts
Showing posts with label ubuntu. Show all posts

Wednesday, December 17, 2008

Dokumentasi Komunitas / Tutorial Repositori Lokal Dari DVD

Tutorial ini cocok bagi Anda yang memiliki krieria sebagai berikut:

1. Memiliki DVD Repository Ubuntu.
2. Sudah bosan memasukkan dan mengeluarkan DVD.
3. Memiliki ruang kosong pada harddisk yang cukup besar untuk menampung isi seluruh DVD Repository.
4. Ingin menyalin DVD Repository ke harddisk dan menggunakannya langsung dari harddisk.
5. Ingin dapat melakukan hal di atas dengan cepat dan mudah.

Pada dasarnya, hal yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut.
1. Menyalin isi seluruh DVD yang ada.
2. Mengatur aplikasi manajemen paket agar menggunakan repositori pada harddisk Anda.

Catatan: Tutorial ini merupakan bagian dari tutorial pembuatan repositori lokal. Silakan baca halaman tersebut jika Anda ingin mengetahui informasi lebih jauh tentang pembuatan repositori lokal.

Menyalin Isi DVD
1. Agar repositori tertata dengan baik, buatlah sebuah direktori yang akan menampung isi dari seluruh direktori yang ada. Anda dapat melakukan ini dengan menggunakan Nautilus, Konqueror, mkdir, atau aplikasi kesukaan Anda lainnya yang dapat digunakan untuk membuat direktori. Sebagai contoh, direktori tempat Anda meletakkan repositori adalah /home/iang/ubuntu/gutsy.

2. Buat sub-direktori untuk meletakkan isi DVD. Jumlah sub-direktori yang perlu dibuat adalah sebanyak jumlah DVD yang ada. Agar mudah, Anda dapat menggunakan angka untuk direktori ini. Sebagai contoh, jika Anda ingin menyalin isi DVD Repositori Ubuntu 7.10 "Gutsy Gibbon" yang terdiri dari 5 keping, maka buatlah sub-direktori 1, 2, 3, 4, dan 5 di bawah direktori repositori yang telah dibuat sebelumnya. Setelah kelima sub-direktori tersebut dibuat, Anda akan memiliki kelima direktori berikut.

/home/iang/ubuntu/gutsy/1
/home/iang/ubuntu/gutsy/2
/home/iang/ubuntu/gutsy/3
/home/iang/ubuntu/gutsy/4
/home/iang/ubuntu/gutsy/5

3. Salin isi dari masing-masing DVD ke dalam direktori yang sesuai. Direktori yang perlu disalin dari DVD ada dua, yaitu:

- dists/
- pool/

Salinlah kedua direktori tersebut (beserta isinya) ke dalam direktori yang telah Anda buat sebelumnya pada langkah nomor 2.

Menggunakan Repositori

Setelah menyalin isi seluruh DVD, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mengatur agar repositori yang baru Anda buat dapat digunakan oleh aplikasi manajemen paket.

Jika Anda berjiwa petualang dan ingin mengedit isi /etc/apt/sources.list secara manual, maka isilah berkas tersebut dengan format seperti berikut.
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/1 gutsy main
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/2 gutsy main restricted multiverse
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/3 gutsy universe
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/4 gutsy universe
deb file:///home/iang/ubuntu/gutsy/5 gutsy universe

Perhatian! Jangan asal copy-paste! Pastikan Anda telah melakukan perubahan sesuai dengan lokasi direktori repositori Anda maupun versi DVD Repository Ubuntu yang Anda miliki. Contoh di atas adalah untuk DVD Repository Ubuntu 7.10 "Gutsy Gibbon".

Informasi mengenai isi setiap DVD Repository yang ada dapat dibaca di IsiDvdRepository.

Menggunakan Synaptic

Jika Anda ingin menggunakan Synaptic, lakukan langkah-langkah berikut untuk mengatur penggunaan repositori lokal yang ada.

1. Buka Synaptic
2. Klik menu Settings => Repositories
3. Klik tab Third-Party Software
4. Klik tombol Add
5. Isilah setiap baris yang dicontohkan sebelumnya ke dalam kotak isian pada window yang muncul.

Ulangi langkah 5 sejumlah DVD yang ada.

Selain itu, Anda mungkin perlu mematikan penggunaan repositori dari Internet karena sudah tidak diperlukan lagi.
1. Masih pada window konfigurasi Repositories pada Synaptic
2. Klik tab Ubuntu Software
3. Matikan seluruh checkbox yang ada.

Setelah seluruh perubahan dilakukan, jangan lupa mengklik tombol Reload agar perubahan diterapkan.

Selengkapnya

Dokumentasi Komunitas / Tutorial Repositori Lokal

Repositori lokal dapat dibangun dalam rangka menghemat penggunaan bandwidth karena proses pengambilan berkas-berkas paket dari mirror hanya perlu dilakukan satu kali sedangkan selanjutnya cukup mengakses repositori lokal saja.

Berikut ini adalah cara membuat repositori lokal. Ada dua sumber repositori yang akan dibuat mirror lokalnya, yaitu dari mirror terdekat yang dapat diakses melalui Internet, maupun dari repositori DVD yang dapat Anda pesan.

Catatan: Tutorial ini bertujuan untuk membuat repositori lokal yang memiliki struktur direktori yang sama dengan repositori aslinya yang dapat diakses melalui internet. Jika Anda hanya ingin membuat dan menggunakan repositori lokal dari DVD Repository dengan cepat dan mudah, silakan baca TutorialRepositoriLokalDariDVD

Catatan 2: Jika Anda mencari bagaimana cara menggunakan DVD Repository, silakan buka halaman DistribusiDvdReposUbuntu


Download dari Internet

Apabila anda memiliki koneksi Internet yang baik, membuat repositori lokal lewat dapat dilakukan dengan cara menyalin berkas-berkas yang ada pada Ubuntu Repository server atau mirror-mirrornya ke dalam harddisk. Salah satu cara untuk melakukan mirroring ini, adalah dengan menggunakan software bernama debmirror.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat repositori lokal dari Internet:
Install paket debmirror. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan Synaptic, atau dengan melalui terminal.
$ sudo apt-get install debmirror

Siapkan direktori untuk repositori, misalnya di /home/iang/ubuntu/.
$ cd /home/iang
$ mkdir ubuntu

Gunakan debmirror untuk menyalin repository yang anda tuju. Dalam contoh dibawah ini, repository yang disalin ialah http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu, menggunakan protokol ftp, versi Ubuntu yang disalin adalah Ubuntu 6.06 LTS (Dapper Drake) dengan arsitektur i386.
$ debmirror -m --passive --host=id.archive.ubuntu.com --root=ubuntu/ --method=ftp --progress --dist=dapper,dapper-updates,dapper-security --section=main,restricted,universe,multiverse --arch=i386 ubuntu/ --ignore-release-gpg

Untuk menyalin versi ubuntu yang lain, tinggal menyesuaikan parameter yang ada untuk menunjuk ke release tersebut.


Salin dari DVD Repository

Ubuntu DVD Repository berisi repositori lengkap yang dimasukkan ke dalam beberapa DVD. Pembuatan repositori lokal pada dasarnya dilakukan dengan cara menyalin berkas-berkas yang ada pada setiap DVD ke dalam harddisk. Namun ada beberapa hal lain yang perlu Anda lakukan agar proses penggabungan repositori (dari beberapa DVD ke harddisk) dapat dilakukan sampai tuntas.

Hal yang harus Anda persiapkan adalah sebagai berikut.
Ruang kosong pada harddisk sekitar 12 sampai 13 GB.


Repositori DVD Ubuntu.


Perhatian: Tutorial ini dibuat berdasarkan repositori DVD Ubuntu 6.06 yang terdiri dari 3 buah DVD. DVD pertama berisi komponen main, restricted, dan multiverse; sedangkan dua DVD lainnya berisi komponen universe. Beberapa penyesuaian mungkin perlu Anda lakukan jika Anda ingin membuat repositori lokal dari repositori DVD yang lain.


Menyalin isi DVD

Berikut ini adalah hal yang harus Anda lakukan untuk menyalin isi DVD.

Siapkan direktori untuk repositori, misalnya di /home/iang/ubuntu/.
cd /home/iang
mkdir ubuntu
Masukkan DVD lalu mount DVD tersebut
mount /cdrom
Salin isi DVD
rsync -avx --progress /cdrom/. /home/iang/ubuntu/.
Lakukan langkah 2 dan 3 untuk setiap DVD yang ada.


Menggabungkan repositori yang terpisah

Dalam repositori Ubuntu, ada satu berkas yang menjadi daftar isi seluruh paket yang ada. Berkas ini adalah Packages yang terletak dalam direktori dists/[distro]/[komponen]/binary-[arsitektur]/, misalnya dists/dapper/universe/binary-i386/ (Direktori dists/ sendiri berada di bawah direktori dasar yang Anda buat sebelumnya, misalnya /home/iang/ubuntu/). Pada repositori DVD Ubuntu 6.06, komponen universe berada pada dua buah DVD, yaitu DVD kedua dan ketiga. Oleh karena itu, setiap berkas Packages yang berada pada kedua DVD tersebut harus digabungkan kembali sehingga menjadi satu daftar isi yang lengkap.

Proses sebelumnya hanyalah menyalin isi DVD, sehingga proses penggabungan berkas Packages harus dilakukan secara terpisah.

Berikut ini adalah hal yang harus Anda lakukan. Catatan: ubahlah dapper menjadi edgy atau feisty sesuai dengan versi Ubuntu pada DVD Repositori yang Anda miliki.
Masukkan DVD kedua lalu mount DVD tersebut.
mount /cdrom

Salin berkas Packages ke direktori pada repositori lokal.
cp /cdrom/dists/dapper/universe/binary-i386/Packages /home/iang/ubuntu/dists/dapper/universe/binary-i386/
Keluarkan DVD, masukkan DVD ketiga, dan mount.

Gabungkan berkas Packages pada DVD ketiga dengan berkas yang ada pada repositori lokal.
cat /cdrom/dists/dapper/universe/binary-i386/Packages >> /home/iang/ubuntu/dists/dapper/universe/binary-i386/Packages

Catatan: Pada DVD Repositori Ubuntu 6.10 Edgy Eft dan Ubuntu 7.04 Feisty Fawn, langkah ini perlu dilakukan juga untuk DVD ke-empat karena komponen universe tersebar dalam tiga buah DVD (disc 2, 3, dan 4).

Buat ulang berkas Packages.gz dan Packages.bz2.
cd /home/iang/ubuntu/dists/dapper/universe/binary-i386
rm Packages.gz Packages.bz2
gzip -9 -c Packages > Packages.gz
bzip2 -9 -c Packages > Packages.bz2


Catatan tambahan bagi pemilik Repositori DVD Ubuntu 6.06

Repositori DVD Ubuntu 6.06 disc I edisi pertama memiliki cacat pada penyusunan direktori. Cacat ini tidak mengganggu penggunaan repositori DVD, sehingga repositori DVD tersebut masih dapat Anda gunakan seperti biasa. Namun jika Anda melakukan penyalinan ke harddisk dalam rangka membuat repositori lokal, ada beberapa hal tambahan yang harus Anda lakukan.

Cacat terjadi pada penyusunan direktori yang berada di bawah direktori dists/. Seharusnya susunan direktori tersebut adalah sebagai berikut.

dists/[distro]/[komponen]/binary-[arsitektur]/

Contohnya adalah

dists/dapper/main/binary-i386/
dists/dapper/restricted/binary-i386/
dists/dapper/multiverse/binary-i386/

Namun pada disc I dari repositori DVD Ubuntu 6.06 edisi pertama, susunan direktori yang ada adalah

dists/main/binary-i386/
dists/restricted/binary-i386/
dists/multiverse/binary-i386/

Yaitu tidak adanya direktori dapper.

Pada pembuatan repositori lokal, hal tambahan yang harus Anda lakukan adalah memindahkan direktori main, restricted, dan multiverse pada direktori yang sebenarnya. Berikut ini adalah caranya.

cd /home/iang/ubuntu/dists
mv main restricted multiverse dapper


Mengaktifkan Repositori Lokal

Setelah Anda mendapatkan salinan repositori, Anda perlu membuat agar respositori tersebut dapat diakses oleh orang lain, misalnya melalui sebuah web server. Berikut ini adalah hal yang harus Anda lakukan.
Lakukan instalasi web server kesayangan Anda, misalnya Apache 2.
apt-get install apache2-mpm-prefork

Pindahkan direktori repositori agar dapat diakses oleh web server. Direktori root dari Apache 2 pada Ubuntu terletak pada /var/www/ sehingga direktori repositori perlu diletakkan di dalamnya. Karena direktori /var/www/ dimiliki oleh root, maka sudo perlu digunakan.
sudo mv /home/iang/ubuntu /var/www/ubuntu


Menggunakan Repositori Lokal


Setelah repositori lokal sudah siap digunakan, maka Anda hanya perlu mengatur setiap komputer yang ada agar menggunakan repositori tersebut. Gunakan synaptic untuk mengubah daftar repositori atau Anda dapat langsung mengubah berkas /etc/apt/sources.list. Berikut ini adalah data pada berkas /etc/apt/sources.list agar repositori lokal Anda digunakan oleh sistem.

deb http://alamat.server.anda/ubuntu dapper main restricted universe multiverse

Silakan update sistem Anda dengan sudo apt-get update atau klik tombol Reload pada synaptic.

Setelah itu, selamat bersenang-senang!

Repositori Pada Harddisk Lokal

Jika Anda ingin menggunakan repositori yang terdapat dalam harddisk Anda, isi sources.list berikut dapat digunakan.

deb file:///home/iang/ubuntu dapper main restricted universe multiverse

Ubahlah /home/iang/ubuntu menjadi direktori tempat Anda meletakkan repositori Ubuntu.

Selengkapnya

Wednesday, November 26, 2008

Install Indobilling di Zencafe 1.4 dan 1.2


Saya menginstall billing ini di Zencafe 1.4 dan Zencafe 1.2. Saya kira di setiap distro linux hampir sama langkah langkah dalam menginstallnya.Baiklah, mari kita mulai.

File yang diperlukan :
#SERVER = billserver5.60.tar.gz
lib_billing.tar.gz
dbsql.tar.gz
dbwarnet.tar.gz
#CLIENT = billclient5.0.20.tar.gz
lib_billing.tar.gz

Anda bsa mendownload file file tersebut disini

A. Install Xampp.
Download xampp disini
1. Masuk root
2. Extract file hasil download
#tar xzvf namafile.tar.gz -C /opt
3. Sebelumnya buat folder /opt
#mkdir /opt
4. Jalankan xampp
#/opt/lampp/lampp start
5. Buka web browser (firefox dll.) ketik : http://localhost
Bila muncul logo xampp, berarti xampp sudah jalan.

B. Install Billing Server.
1. Masuk root
2. Ketik #tar xzvf billserver5.60.tar.gz -C /usr/bin
3. Ketik #tar xzvf lib_billing.tar.gz -C /usr/lib

C. Extract dbsql dan dbwarnet
#tar xzvf dbsql.tar.gz ---> hasilnya foleder /dbsql/var/lib/mysql
#tar xzvf dbwarnet.tar.gz ---> hasilnya folder /dbwarnet/var/lib/warnet
Pindah folder mysql & warnet
Caranya :
Buka Menu > System > New Nested Login Window > masuk sebagai root > buka file manager.
Cari folder mysql & warnet hasil extract tadi lalu copy paste ke /opt/var/mysql
Kemudian klik kanan pada folder /opt/var/mysql & /opt/var/warnet. Pilih Properties >
Tab Permission > ubah permissionnya pada guest dan user pada pilihan read & write. Atau
bisa juga dengan perintah #chmod 700 pada konsole / terminal.

D. Jalankan billing server
$mkdir .vartmp
$billserver &
$billserver > maka akan muncul desktop billing server. Bila mysql sudak connect, maka
diatas desktop terdapat tulisan 'Indobilling Demo for 4 Clients'

E. Register Billing
Caranya : copy kan file registry nya ke dalam folder /home/username/.vartmp
Lalu jalankan lagi $billserver. Klik tab Help > About > isi serial numbernya (harus di ketik
manual). Lalu refresh, billing server siap dijalankan.

F. Install Billing Client.
Masuk root, dan ketik :
#tar xzvf billclient5.0.20.tar.gz -C /usr/bin
#tar xzvf lib_billing.tar.gz -C /usr/lib
#Exit
$mkdir .vartmp
$billclient &
$billclient
Maka akan muncul desktop billing client. Ketik IP server yang dituju lalu tekan tombol
connect.
Tutup konsole / terminal, maka desktop billing client juga ikut keluar.
Jalankan lagi $billclient > sampai pada tahap ini, billing client seharusnya sudah jalan dan
terkoneksi dengan billing server.

Agar billing client tidak dapat di hide, maka buat file dengan nama bill.conf dan letakkan di
folder /etc. Caranya :
Login pada New Nested Login Window dan masuk sebagai root. Buka folder /etc di file
manager lalu klik kanan dan pilih new document, beri nama bill.conf. Lalu Log out dan
jalankan billing client.Selesai.

Klik disini untuk melihat sumber artikel.

Selengkapnya

VMware di Ubuntu 8.04

Untuk nginstall VMware di Ubuntu 8.04 ternyata tidak bisa menggunakan trik di Ubuntu 7.10. Berikut step yang harus dilalui agar VMware dapat berjalan di Hardy.

  • Download VMware Server dari VMware Website
  • Pastikan untuk menginstall paket-paket ini sebelum melakukan instalasi VMware server

    • build-essential
    • linux-headers-`uname -r`
    • xinetd

  • Extract paket vmware yang telah didownload
  • cokorda@gutsy:/vmware$ tar xfz VMware-server-1.0.5-80187.tar.gz
    cokorda@gutsy:/vmware$ ls
    VMware-server-1.0.5-80187.tar.gz vmware-server-distrib
    cokorda@gutsy:/vmware$ cd vmware-server-distrib/
    cokorda@gutsy:/vmware/vmware-server-distrib$ ls
    bin doc etc FILES installer lib man sbin vmware-install.pl vmware-vix


    cokorda@gutsy:/vmware/vmware-server-distrib/$ sudo ./vmware-install.pl

    Setelah itu tinggal jawab pertanyaan yang disajikan saat melakukan instalasi, jawab sesuai dengan apa yang disarankan.

    Trik tambahan untuk ubuntu 8.10

  • Download vmware-any-any-update-117.tgz
  • tar -zxf vmware-any-any-update-117.tgz
  • cd vmware-any-any-update-117
  • sudo ./runme.pl
  • sudo vmware-config.pl
  • cp /lib/libgcc_s.so.1 /usr/lib/vmware/lib/libgcc_s.so.1/libgcc_s.so.1
  • Jalankan VMware dari console $ vmware
  • Selamat mencoba

    Klik disini untuk melihat sumber artikel.

    Selengkapnya

    install vmware di linux ubuntu 8.10 intrepid

    download file vmwarenya (contoh via console) :
    wget -c http://download3.vmware.com/software/vmserver/VMware-server-1.0.7-108231.tar.gz
    download file patchnya (contoh via console) :
    wget -c http://www.insecure.ws/warehouse/vmware-update-2.6.27-5.5.7-2.tar.gz

    install compiler (contoh via console) :
    sudo aptitude install build-essential linux-kernel-headers xinetd

    extract filenya (contoh via console) :
    tar xf vmware-update*.tar.gz
    tar xf VMware-server*.tar.gz

    installing (contoh via console) :
    cd vmware-server-distrib/
    sudo ./vmware-install.pl
    cd ../vmware-update*/
    sudo ./runme.pl
    Klik disini untuk melihat sumber artikel.

    Selengkapnya

    i386, i586, i686,x86-64 ........???

    Yang sudah sering berhubungan dengan kompilasi source di LINUX, pasti dah terbiasa dengan istilah i386, i586, i686 dan x86-64....dan apa arti simbol-simbol tersebut...?
    Sebenernya...simbol-simbol tersebut dipakai sebagai petunjuk untuk compiler dengan tujuan optimisasi agar pada saat proses kompilasi source fitur-fitur spesifik prosesor dapat lebih optimal

    INGAT!!!.....prosesor yang lebih baru dapat meng-compile source (atau menjalankan program binary) dengan menggunakan fitur prosesor yang lebih tua (alias jadul)....
    TAPI.....tidak akan sebaliknya....(!!!)

    biasanya....fitur-fitur prosesor yang sifatnya low-level....yang khusus dibuat sebagai keunggulan/keistimewaan 1 tipe prosesor....akan sengaja di-disable ketika program binary dijalanken di prosesor yang lebih tua.....
    masalahnya adalah....program menjadi berjalan tidak optimal....atau malah akan malfunction....

    tapi kebanyaken....programmer/distro dengan sengaja akan meng-compile source (menjadi program-program binary) hanya dengan memanfaatken fitur prosesor standar....biasanya hanya dengan fitur i386 ato i586....
    semata2 hanya untuk tujuan kompatibalitas sistem

    untuk beberapa kompilasi program aplikasi.....pemanfaatan fitur prosesor yang lebih baru, TIDAK SELALU menjamin peningkatan performa-nya secara signifikan....
    bahkan....bagi end-user....perbedaanya tidak akan terlalu terasa.... :?

    jadi....sering ada anggapan (dari programmer atau distro) bahwa tidak banyak gunanya meng-compile source dengan memanfaatken fitur prosesor di atas i386....

    tapi khusus untuk beberapa paket....misalnya kernel, glibc, atau openssl....pemanfaatan fitur prosesor yang lebih baru akan sangat meningkatken performa kerja sistem (signifikan)....
    sehingga biasanya distro dengan sengaja akan menyediaken paket binary yang sesuai dengan tipe prosesor....

    simbol-simbol prosesor tersebut paling sering digunakan oleh compiler "GCC/G++" (GNU C/C++ Compiler) untuk optimasi fitur "machine dependent option" ("-m")

    opsi tersebut dinyataken dg syntax = "-mtune=__"


    Beberapa populer...yang termasuk dlm keluarga x86 :

    # i386 #
    Original Intel's i386 CPU.

    # i486 #
    Intel's i486 CPU. (No scheduling)

    # i586 / pentium #
    Intel Pentium Classic CPU (no MMX support)

    # pentium-mmx #
    Intel Pentium Classic core with MMX instruction set support

    # i686 / pentiumpro #
    Intel PentiumPro CPU

    # pentium2 #
    Intel Pentium2 CPU based on PentiumPro core with MMX instruction set support

    # pentium3 / pentium3m #
    Intel Pentium3 CPU based on PentiumPro core with MMX and SSE instruction set support

    # pentium-m #
    Low power version of Intel Pentium3 CPU with MMX, SSE and SSE2 instruction set support (Centrino notebooks)

    # pentium4 / pentium4m #
    Intel Pentium4 CPU with MMX, SSE and SSE2 instruction set support

    # prescott #
    Improved version of Intel Pentium4 CPU with MMX, SSE, SSE2 and SSE3 instruction set support

    # nocona #
    Improved version of Intel Pentium4 CPU with 64-bit extensions, MMX, SSE, SSE2 and SSE3 instruction set support

    # k6 #
    AMD K6 CPU with MMX instruction set support

    # k6-2 / k6-3 #
    Improved versions of AMD K6 CPU with MMX and 3dNOW! instruction set support

    # athlon / athlon-tbird #
    AMD Athlon CPU with MMX, 3dNOW!, enhanced 3dNOW! and SSE prefetch instructions support

    # athlon-4 / athlon-xp / athlon-mp #
    Improved AMD Athlon CPU with MMX, 3dNOW!, enhanced 3dNOW! and full SSE instruction set support.

    # k8 / opteron / athlon64 / athlon-fx #
    AMD K8 core based CPUs with x86-64 instruction set support
    (which are supersets MMX, SSE, SSE2, 3dNOW!, enhanced 3dNOW! and 64-bit instruction set extensions.)

    # winchip-c6 #
    IDT Winchip C6 CPU, dealt in same way as i486 with additional MMX instruction set support.

    # winchip2 #
    IDT Winchip2 CPU, dealt in same way as i486 with additional MMX and 3dNOW! instruction set support.

    # c3 #
    Via C3 CPU with MMX and 3dNOW! instruction set support (No scheduling is implemented for this chip)

    # c3-2 #
    Via C3-2 CPU with MMX and SSE instruction set support (No scheduling is implemented for this chip)

    # x86-64 #
    AMD64 atau x86-64 atau x64 adalah prosesor dengan arsitektur 64-bit yang diciptakan (invented) oleh AMD. Merupakan superset dari arsitektur x86 dan juga didukung secara nativ. Set instruksi AMD64 saat ini digunakan di prosesor tipe Athlon 64, Athlon 64 FX, dan Opteron.
    Intel (kemudian)merilis salinan arsitektur AMD64 yang diimplementasikan di Xeon generasi baru dan prosesor Pentium 4 F kemudian ganti nama rebranding menjadi EM64T. Intel juga menambahkan beberapa instruksi di EM64T terutama untuk menangani teknologi Hyperthreading.
    Set instruksi AMD's x86-64 atau AMD64 merupakan usaha ambisius untuk membersihkan dan mengupdate arsitektur Intel x86-32 ke format yang lebih dekat dengan leading edge 64 bit RISC environments. Dirk Meyer adalah salah satu original co-architects dari DEC Alpha 64 bit chip disebutkan berperan dalam pembuatan spesifikasi AMD64.

    NOTE :
    - beberapa simbol hanya berfungsi di GCC/G++ versi yang paling baru

    Klik disini untuk melihat sumber artikel.

    Selengkapnya

    Tuesday, November 25, 2008

    Distro turunan Slackware, Zencafe 1.0 untuk Warnet

    Sedikit informasi buat temen-temen maniac Slack. Zencafe 1.0 , salah satu keluarga Zenwalk (MiniSlack) dan distro turunan Slack yang di khususkan untuk warnet telah rilis dan bisa di download di ftp://slackware.linux.or.id/pub/zencafe/iso/

    Adapun beberapa paket yg disertakan didalam Zencafe 1.0 antara lain:
    - Kernel 2.6.20
    - Xorg 7.1.1
    - OpenOffice 2.10
    - Gimpshop 2.2.11
    - Firefox 2.0.0.2
    - Gaim 2.0beta6
    - GyachEnhanced 1.0.7
    - CCL Billing 0.7.1
    - Deepfreeze like tools
    - dan masih banyak lagi.

    Untuk screenshot bisa lihat di unofficial websitenya di http://linux.blogs.ie.
    Klik disini untuk melihat sumber artikel.

    Selengkapnya

    Empat Linux Mini untuk Flash Disk Anda

    Sekarang ini, hanya dibutuhkan sebuah flash disk mini dan program seperti UNetBootin untuk menciptakan sebuah Linux portabel yang bisa dijalankan di semua komputer yang mendukung boot dari USB. UNetbootin memiliki daftar distro yang didukung, tetapi tidak memberikan petunjuk mana pilihan yang terbaik untuk digunakan.

    Di bawah ini, terdapat 4 program yang tidak perlu dijalankan dari hard disk yaitu: Damn Small Linux, Puppy Linux, Xubuntu dan Fedora. Baca beberapa penjelasannya di bawah ini dan silakan tentukan mana yang terbaik bagi anda.

    Keterangan: semua sistem di bawah ini kecuali satu dibuat dengan UNetbootin versi terbaru. Semua distro diuji pada laptop yang sama yaitu Thinkpad 2.0 GHz Centrino Duo dengan RAM 2GB. Fedora 9 dijalankan dengan live USB creator miliknya sendiri (informasi lebih lanjut, klik di sini.

    1. Damn Small Linux 4.46
    Distro yang berukuran sangat kecil dan efisien yang menggunakan versi lama dari kernel Linux. Sangat cocok untuk perangkat keras yang sudah berumur tetapi tidak disarankan untuk digunakan di PC baru.

    * Syarat minimum: prosesor Intel 486 dengan RAM 24MB
    * Ukuran: 50MB (selamanya, menurut kepala proyek)
    * Waktu boot: 23,1 detik
    * Kelebihan: browser Firefox dan Dillo yang super ringan. Akses ke banyak fitur tambahan seperti server SSH/FTP dan Conky sudah tersedia. Dapat menggunakan klik kanan untuk mengakses hampir segalanya semua fitur distro ini
    * Kekurangan: menu-menu yang terlalu padat. Deteksi perangkat keras yang kurang, tidak mendeteksi tetikus USB ThinkPad, kartu Wi-Fi Intel dan audio. Hanya menggunakan VESA untuk tampilan grafis.
    * Cocok untuk: siapapun dengan perangkat keras yang sudah sangat tua atau siapapun yang merasa nyaman melakukan banyak hal dari command line.

    2. Puppy LinuxPuppy Linux 4.1
    Sistem ringan yang bisa di-boot dan dijalankan sepenuhnya pada USB. Jika sistem memiliki RAM yang lebih dari 256MB, Puppy bisa memindahkan dirinya penuh ke RAM disk sehingga Anda dapat mencabut flash disk Anda dari komputer dan terus mengoperasikan Puppy Linux.

    * Syarat minimum: Pentium 166MMX dengan RAM 128MB
    * Ukuran: 94MB
    * Waktu boot: boot pertama 43,5 detik sambil memilih konfigurasi, akan lebih lama jika Anda memilih video driver XORG yang lebih baik. Boot setelah konfigurasi tersimpan: 32 detik.
    * Kelebihan: wizard untuk membuat koneksi jaringan. Dukungan untuk MP3 dan media lainnya (bahkan menulis Blu-ray) pada boot pertama. Mengemas banyak fitur unik seperti Puppy podcast grabber, PDF converter, custom Puppy distro maker, Gparted partition editor dan password manager. Puppy juga menawarkan wizard untuk mengaktifkan perangkat keras yang tidak secara otomatis terdeteksi dan beberapa tugas lainnya.
    * Kekurangan: boot pertama yang lamban dan opsi video. Konfigurasi nirkabel harus dikonfigurasi secara manual dan kemudian menghilang lagi. Seperti Damn Small Linux, menu agak padat dan sulit dinavigasi.
    * Cocok untuk: siapapun yang mencari sistem yang bekerja pada ukuran mini hingga Linux portabel yang berkinerja tinggi

    3. Xubuntu 8.04
    Pada dasarnya adalah Ubuntu yang dioptimisasi untuk mengoperasikan Xfce desktop environment yang jauh lebih ringan dari Gnome.

    * Syarat minimum: prosesor sekelas Pentium dan RAM 128MB untuk penggunaan LiveCD (192 untuk instalasi)
    * Ukuran: 544MB
    * Waktu boot: 48,4 detik
    * Kelebihan: aplikasi dan fitur spesifik Ubuntu (Add/Remove programs, modifikasi Firefox, setting manager, dan lain-lain). Juga mendukung berbagai aplikasi GNOME dan/atau KDE. Bisa diinstalasikan pada Windows tanpa membutuhkan partisi tambahan (via Wubi). Network manager menawarkan kemudahan koneksi nirkabel. Dukungan untuk akses drive NTFS.
    * Kekurangan: sistem yang berada pada ambang batas bawah RAM minimum akan berjalan lambat jika membuka beberapa aplikasi secara bersamaan.
    * Cocok untuk: pada dasarnya siapapun yang menyukai Ubuntu, tetapi ingin mengecilkannya pada sebuah USB, dengan beberapa programnya dimodifikasi.

    4. Fedora 9 Live
    Proyek Fedora memiliki fitur Live USB maker yang dapat dipakai di Windows sehingga mengemas Fedora ke dalam sebuah USB tanpa merusak data-data lain sangatlah mudah.

    * Syarat minimum: Pentium II 400MHz dan RAM 256MB
    * Ukuran: mendekati 725MB
    * Waktu boot: 45,5 detik
    * Kelebihan: mendukung perangkat keras arsitektur PowerPC. Persistent overlay untuk menyimpan dokumen dan data yang bisa dikustomisasi. Kuat, GNOME dan KDE yang sudah diperbaharui, dengan beberapa fitur tambahan.
    * Perbaikan yang dibutuhkan: memungkinkan akses drive NTFS dan akses media akan sangat baik jika telah dijadikan dasar (default). Terkadang menyangkut (hang) ketika sedang mengakses fitur sistem tertentu.
    *
    * Cocok untuk: siapapun yang memiliki komputer cukup canggih, terminal USB, dan menginginkan GNOME dan KDE yang terbaru.

    Silakan coba dan tentukan distro USB mana yang paling cocok untuk Anda. Untuk sumber artikel, dan ingat, distro Linux yang ditulis di sini hanyalah segelintir dari distro Linux yang tersedia secara gratis di internet saat ini, sehingga apabila distro-distro di atas belum cocok untuk kebutuhan Anda, melakukan sedikit riset di Google akan memberikan Anda lebih banyak opsi lagi.

    Selengkapnya

    Codename Ubuntu 9.04 "Jaunty Jackalope"

    Di komunitas Ubuntu ada satu momen yang sering dinanti oleh para pengguna Ubuntu, yaitu momen dimana codename pengembangan untuk rilis Ubuntu berikutnya diumumkan. Codename Ubuntu sendiri memang cukup unik, sistem penamaannya berasal dari frase nama binatang dengan variasi rima atau huruf depan yang bersesuaian. Dan pada tanggal 8 September 2008, Mark Shuttleworth telah mengumumkan codename pengembangan untuk rilis Ubuntu 9.04 yang dinamakan: "Jaunty Jackalope".

    "As we approach the launch of Ubuntu 8.10, it's time to create space for future plans, and so I'm writing to introduce you to The Jaunty Jackalope.

    Jaunty, the code name for what will most likely become Ubuntu 9.04, will be the focus of our efforts from November through to April next year. We will be gathering forces in Mountain View on 8th - 12th December to survey the upstream landscape and finalize Jaunty plans, enjoying the excellent hospitality of Google and Silicon Valley's abundance of talent and innovation. The Ubuntu Developer Summit is the social and strategic highlight of each release cycle and it would be a great pleasure to welcome you there. Jono Bacon has written up a http://www.jonobacon.org/?p=1278 guide to sponsorship for those who would have a substantial amount to offer at the Summit.

    The Warrior Rabbit is our talisman as we move into a year where we can reasonably expect Ubuntu to ship on several million devices, to consumers who can reasonably expect the software experience to be comparable to those of the traditional big OSV's - Microsoft and Apple. The bar is set very high, and we have been given the opportunity to leap over it. It's a once-in-a-lifetime chance to shine, and we want to make sure that the very best thinking across the whole open source ecosystem is reflected in Ubuntu, because many people will judge free software as a whole by what we do.

    There are some specific goals that we need to meet in Jaunty. One of them is boot time. We want Ubuntu to boot as fast as possible - both in the standard case, and especially when it is being tailored to a specific device. The Jackalope is known for being so fast that it's extremely hard to catch, and breeds only when lightning flashes. Let's see if we can make booting or resuming Ubuntu blindingly quick.

    Another goal is the the blurring of web services and desktop applications. "Is it a deer? Is it a bunny? Or is it a weblication - a desktop application that seamlessly integrates the web!" This hare has legs - and horns - and we'll be exploring it in much more detail for Jaunty. We have already laid some foundations for weblications in the online services discussions that took place in Prague, but since we fully expect those services to ship in 9.04 the discussion will be that much more intense in Mountain View.

    Those bizarre-but-fearsome antlers might well remind one of the intricate pattern of collaboration between developers in a distributed version control system. So it's fitting that Jaunty will see us move all of Ubuntu into Bazaar. For the first time, any developer will be able to branch any Ubuntu package with a single bzr command, publish their changes, and perhaps even publish builds of that package in their own Package Archive. We will also make the developer community structure of Ubuntu much richer - in addition to MOTU and core-dev, we are introducing ways for developers to participate in specific applications, either at the package-upload level or at the version-control level. Whatever your level and specialisation of interest, we'll make sure that you can participate accordingly.

    December's UDS is likely to be packed full of interesting people and ideas. I very much look forward to seeing everyone there. "There he goes! That way!"

    Mark"

    Selengkapnya

    Jaunty Jackalope Alpha 1 Release 22 Nopember 2008

    Ubuntu 9.04 atau juga disebut The Jackalope akan menjadi sistem operasi Ubuntu yang ke-10 telah hadir. Mark Shuttleworth telah mengumumkan kode nama untuk Ubuntu 9.04 yang akan dirilis di bulan April tahun depan: 'Jaunty Jackalope'. Shuttleworth menulis di milis Ubuntu bahwa 'kelinci prajurit ini akan menjadi jimat dalam memasuki tahun di mana kita memprediksi Ubuntu akan dikemas ke dalam beberapa juta komputer ke konsumen yang mengantisipasi pengalaman pemakaian yang sebanding dengan vendor sistem operasi tradisional — Microsoft dan Apple.' Seperti banyak perangkat lunak yang diluncurkan akhir-akhir ini, versi Ubuntu terbaru juga akan mengutamakan kinerja — sebuah faktor yang menurut saya sangat penting dan akan menjadi tren besar di industri komputer dalam waktu dekat ini.
    Ada beberapa tujuan utama yang harus tercapai di Jaunty, salah satunya adalah waktu boot. Canonical ingin agar Ubuntu dapat melakukan boot secepat mungkin baik versi standarnya ataupun versi Ubuntu yang dikustomisasi untuk alat-alat tertentu. Jackalope terkenal gesit, sulit ditangkap dan berkembang biak hanya saat kilat menyambar. Satu lagi tujuan Jaunty adalah mengintegrasikan layanan web dan aplikasi desktop menjadi 'weblication — sebuah aplikasi desktop yang terintegrasi kuat dengan web.'Setelah para pengembang merampungkan peluncuran Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex di akhir bulan Oktober, Canonical akan mendiskusikan pengembangan Jaunty di Ubuntu Developer Summit berikutnya yang akan digelar di Mountain View, markas besar Google.Berikut adalah jadwal peluncuran Jaunty Jackalope :

    November 22th, 2008 - Alpha 1 release
    December 18th, 2008 - Alpha 2 release
    January 15th, 2009 - Alpha 3 release
    February 5th, 2009 - Alpha 4 release
    February 26th, 2009 - Alpha 5 release
    March 12th, 2009 - Alpha 6 release
    March 26th, 2009 - Beta release
    April 16th, 2009 - Release Candidate
    April 23rd, 2009 - Final release of Ubuntu 9.04

    Beritanya silahkan baca di https://lists.ubuntu.com/archives/ubuntu-devel-announce/2008-November...

    File bisa di download di :
    - http://cdimage.ubuntu.com/releases/jaunty/alpha-1/ (Ubuntu)
    - http://cdimage.ubuntu.com/kubuntu/releases/jaunty/alpha-1/ (Kubuntu)
    - http://cdimage.ubuntu.com/xubuntu/releases/jaunty/alpha-1/ (Xubuntu)
    - http://cdimage.ubuntu.com/ubuntustudio/releases/jaunty/alpha-1/ (UbuntuStudio)

    Selengkapnya

    Saturday, November 22, 2008

    Panduan instalasi Blankon LiveCD

    Sumber :

    http://wiki.ubuntu-id.org/BlankOn/Dokumentasi/Lontara/PanduanInstalasiLiveCD

    Persiapan Komputer

    Sebelum anda memulai instalasi BlankOn ada baiknya anda:
  • Membackup data penting anda
  • Sangat di anjurkan untuk membedakan hardisk yang berbeda apabila anda mengingikan dual booting

    Dianjurkan untuk menjaga ke stabilan tegangan listrik, hal ini dikarenakan pada saat instalasi BlankOn akan mengakses dan mengformat harddisk sehingga apabila saat instalasi tiba-tiba listrik mati maka di mungkinkan terjadi kerusakan dalam hardisk anda (bad sector)

  • Menggunakan media CD yang baik, agar proses instalasi berjalan dengan lancar
  • Perangkat Yang DiButuhkan

    - Spesifikasi minimal BlankOn adalah : Prosesor 700Mhz, RAM 256Mb, HD 5Gb, VGA 8Mb

    - Spesifikasi Rekomendasi BlankOn adalah : Prosesor 1Ghz, RAM 384Mb, HD 10Gb, VGA 32Mb 3D

    Menyetel BIOS agar Booting Awal dari CD

    Sebelum meng-install BlankOn pada BIOS harus di set Boot Device Priority-nya dulu, dalam menginstall BlankOn Boot Device Priority harus di arahkan ke CDROM. Untuk masuk ke BIOS tiap Motherboard mempunyai standart sendiri. Namun sebagian besar tinggal menekan tombol delete atau F2, berikut adalah tobol default berdasarkan BIOS yang anda pakai:

    Jenis BIOS ------- Tombol default
    AMI BIOS -------- Tombol Delete selama POST (power on self test)
    Award BIOS ------ Ctrl+Alt+Esc, atau Delete selama POST (power on self test)
    DTK BIOS -------- Esc selama POST (power on self test)
    IBM PS/2 ---------BIOS Ctrl+Alt+Insert setelah Ctrl+Alt+Delete
    Phoenix BIOS -----Ctrl+Alt+Esc atau Ctrl+Alt+S atau F1

    Apabila anda menekan tombol seperti diatas makan tampilannya akan seperti berikut: (dalam kasus ini menggunakan PhoenixBIOS, tampilan akan berbeda-beda dalam setiap jenis BIOS)

    PanduanInstalasi?action=AttachFile&do=get&target=blankon_bios

    pilih tab BOOT, dan arahkan ke CDROM. Kemudian simpan konfigurasinya

    Kemudian reboot ulang dengan memilih opsi YES

    Langkah - langkah Instalasi

    - Memasukkan LiveCD BlankOn
    - Jalankan komputer dengan memboot dari LiveCD BlankOn
    - Tunggu hingga LiveCD BlankOn sampai pada tampilan Desktop

    Gambar diatas adalah tampilan awal pada saat anda menggunkan LiveCD BlankOn. Sehingga anda bisa Mencoba Dahulu sebelum menginstallnya.


    Proses awal Instalasi

    Jika semuanya berjalan dengan baik dan anda ingin memasang BlankOn pada komputer, maka klik tombol singkat “Pasang” pada Desktop dan ikuti langkah langkah berikut :

    Selamat Datang di Instalasi


    Pada bagian ini anda mendapat sambutan hangat “Selamat Datang” dan dipersilahkan untuk memilih bahasa, Pilih Bahasa Indonesia, dan klik “Maju”


    Memilih Lokasi Anda

    Pilih lokasi Anda pada peta atau menu kebawah, jika sudah klik “Maju”

    Susunan Papan Ketik

    Pilih jenis Susunan Papan Ketik (Keyboard) yang sesuai dengan kebutuhan Anda, biasanya USA. Jika sudah klik “Maju”


    Mempersiapkan Ruang Hardisk

    Pilih Otomatis jika anda menginstall BlankOn ada seluruh ruang hardisk anda, atau jika ingin membagi ruang partisi maka ikuti petunjuk Membagi Ruang Partisi Hardisk Jika Otomatis langsung klik “Maju”


    Isian Indentitas Anda

    Isikan identitas anda dan identitas komputer anda, jika sudah klik “Maju”


    Proses Instalasi / Pemasangan

    Silahkan istirahan sebentar sambil ambil air minum dan cemilan untuk menunggu proses ini, proses ini memakan waktu 15-30 menit tergantung dengan spesifikasi komputer Anda.


    Instalasi Selesai

    Selamat Anda terlah berhasil memasang BlankOn di komputer Anda, silahkan pilih “restart sekarang’ jika ingin langsung mencobanya

    Selamat !!! BlankOn Linux sudah terinstall

    Selengkapnya

    Upgrade ke ubuntu 8.10 ?

    Release Ubuntu 8.10 tinggal menunggu dalam hitungan jam. Terdapat pengembangan - pengembangan baru dan perbaikan dari versi sebelumnya (Ubuntu 8.04 / 8.04.1 LTS).
    Namun ada beberapa pertimbangan yang membuat bingung untuk mengupgrade, atau sekedar mengupdate paket saja.
    Beberapa pertimbangan.
    Kelebihan :
    - versi terbaru menggunakan kernel terbaru (versi stabil) dan dukungan hardware baru yang lebih baik.
    - fitur2 / paket / program lebih baru
    - tidak harus clean install, bisa upgrade.

    Kekurangan :
    - Ubuntu 8.10 bukan versi LTS. Jadi masa support tidak selama versi LTS.
    - Update / upgrade bisa membuat kinerja komputer melambat.
    - Menbutuhkan sedikit upgrade hardware (untuk masalah kinerja).

    Jadi mana yg kalian pilih ? Apakah ingin mengupgrade ke ubuntu 810 ?

    Selengkapnya

    Release Ubuntu 8.10 dan turunannya

    Akhirnya … Ubuntu 8.10 resmi di release. Iso ubuntu sudah bisa di download di situs resminya atau lewat mirror yang menyediakan. Bisa juga dengan memesan lewat shipit ubuntu. Namun jika memiliki CD Ubuntu 8.10 bukan berarti sudah bisa menikmati Ubuntu 8.10 secara nyaman. Anda masih memiliki repo untuk mendapatkan paket program, codec agar anda bisa menikmati ubuntu terbaru untuk kebutuhan sehari - hari. Terpaksa harus konek internet untuk download atau membeli DVD Repo.
    Anda jangan langsung kecewa donk.
    Bersabarlah sedikit. Tidak lama lagi distro2 turunan ubuntu juga akan release.
    Bersabarlah untuk menunggu :
    - Blankon 4
    - Linux Mint terbaru
    - UbuntuME
    - UbuntuCE
    - Ubuntu Ultimate
    - Ubuntu Studio
    - Ubuntu Satanic Edition
    - nUbuntu
    - Super Ubuntu 

    Semuanya akan mengeluarkan release distro terbaru karena mereka mengikuti rilis ubuntu sebagai basisnya. Dan sudah dilengkapi dengan tambahan program dan kelengkapan codec.
    Jadi, mana yang anda pilih ?
    Pakai Ubuntu 8.10 sekarang atau tunggu release turunannya ?

    Selengkapnya

    Wednesday, November 19, 2008

    Komunitas Ubuntu

    user.png

    Ubuntu adalah sebuah proyek yang digerakkan oleh komunitas yang terdiri dari para pengembang perangkat lunak, penulis dokumentasi, penerjemah, seniman grafik, dan yang terpenting yaitu adalah Anda yang menggunakan Ubuntu dalam kehidupan sehari-hari. Kami mengundang Anda untuk bergabung dengan komunitas Ubuntu dan ikut serta menjadikan Ubuntu sebagai sistem operasi yang dapat memenuhi kebutuhan Anda.

    Anda tidak perlu menjadi seorang pengembang perangkat lunak jika ingin berpatisipasi di dalam Ubuntu. Anda dapat berpartisipasi dengan cara menerjemahkan Ubuntu ke dalam bahasa Anda sendiri, menguji Ubuntu di desktop, laptop, dan server, menulis dokumentasi dan panduan untuk para pengguna Ubuntu, menjawab pertanyaan dalam forum atau milis, menyumbangkan karya seni, melaporkan masalah (bug) dan masih banyak lagi. Setiap kontribusi, besar atau kecil, akan membuat Ubuntu menjadi lebih baik lagi sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana berpatisipasi di Ubuntu, silakan kunjungi halaman partisipasi yang ada di situs Ubuntu.

    Komunitas Ubuntu Indonesia

    komunitas.png

    Anda juga dapat turut serta berpartisipasi dengan cara bergabung pada komunitas Ubuntu Linux di Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan semangat Ubuntu di negeri tercinta ini. Berikut ini adalah beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi untuk melihat kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Ubuntu di Indonesia. Dan sebelum bergabung Anda disarankan untuk terlebih dahulu membaca Ubuntu Code of Conduct yang mengatur bagaimana seharusnya berperilaku di dalam komunitas Ubuntu.


    • Tempat nongkrong ubuntu-er seIndonesia - disini Anda dapat melihat dan membaca berita, tips, pengalaman, turut serta menulis dan saling berbagi informasi seputar Ubuntu.

    • Komunitas milis id-ubuntu - ikut berdiskusi, bersama-sama memecahkan masalah, berbagi pengalaman, dan juga bertukar pikiran antar sesama pengguna Ubuntu di Indonesia.

    • Komunitas forum Ubuntu Indonesia - tempat dimana Anda dapat bertanya untuk memperoleh bantuan dan juga sebagai tempat berdiskusi mengenai segala aspek dalam Ubuntu.

    • Wiki Ubuntu Indonesia - sarana untuk berkolaborasi bagi para pengguna Ubuntu di Indonesia. Anda juga dapat melihat beragam dokumentasi yang ditulis oleh rekan-rekan komunitas Ubuntu Indonesia.

    • Planet Ubuntu Indonesia - agregat blog bagi para pengguna Ubuntu di Indonesia. Sebuah jendela untuk melihat dunia, kegiatan dan kehidupan komunitas pengguna Ubuntu di Indonesia.

    • Tim penerjemah Ubuntu Indonesia - untuk Anda yang tertarik untuk membantu menerjemahkan setiap aplikasi dan dokumentasi yang ada di Ubuntu ke dalam bahasa Indonesia.

    • Komunitas Edubuntu Indonesia - turut serta untuk menjadikan Ubuntu umumnya atau Edubuntu khususnya menjadi salah satu distribusi linux yang digunakan secara luas di dunia pendidikan di Indonesia.

    Selengkapnya

    Dokumentasi Ubuntu

    help.png

    Halaman ini memuat link ke situs resmi untuk dokumentasi Ubuntu yang dikembangkan dan dikelola oleh Proyek Dokumentasi Ubuntu. Selain itu Anda juga dapat membaca dokumentasi resmi Ubuntu ini yang sudah tersedia di dalam sistem Ubuntu Anda.

    Berikut ini adalah berbagai dokumentasi untuk Ubuntu 6.10 (Edgy Eft):

    Ubuntu Desktop Guide (Bahasa Indonesia) - HTML - PDF

    Kubuntu Desktop Guide (Bahasa Indonesia) - HTML - PDF

    Xubuntu Desktop Guide (Bahasa Indonesia) - HTML - PDF

    Server Guide - HTML - PDF

    Packaging Guide (Bahasa Indonesia) - HTML - PDF

    Installation Guide (untuk alternate CD, bukan untuk desktop CD) - i386 - amd64

    Temukan informasi lebih lanjut mengenai Ubuntu dan Kubuntu di dalam dokumentasi berikut:



    Apabila Anda tidak dapat menemukan apa yang anda cari dari halaman di atas, silakan coba mencari beragam dokumentasi yang dikerjakan oleh komunitas pengguna Ubuntu disini.


    Atau dapat juga mengunjungi wiki komunitas Ubuntu Indonesia untuk melihat dokumentasi berbahasa Indonesia yang disumbangkan oleh rekan-rekan komunitas pengguna Ubuntu di Indonesia.

    Selengkapnya

    ShipIt - CD Ubuntu Gratis

    shipit.png

    ShipIt adalah suatu sistem distribusi CD Ubuntu yang dilakukan oleh Canonical dengan cara mengirimkan CD Ubuntu secara bebas biaya langsung ke tempat Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan pemesanan pada situs ShipIt Ubuntu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ShipIt silakan melihat halaman ShipIt FAQ yang ada di situs Ubuntu.

    Pesan CD Melalui ShipIt

    Untuk memesan CD dari keluarga Ubuntu silakan mengunjungi situs berikut:


  • CD Ubuntu: https://shipit.ubuntu.com

  • CD Kubuntu: https://shipit.kubuntu.org

  • CD Edubuntu: https://shipit.edubuntu.org

  • Perlu diketahui, dibutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu untuk mengirimkan CD kepada Anda (tergantung dari lokasi dimana Anda berada). Apabila Anda ingin mendapatkan dan mencoba Ubuntu secepatnya, silakan download Ubuntu dan bakar (burn) sendiri ISO CD yang Anda inginkan. Dan Anda juga dapat mencoba solusi alternatif (distribusi DVD repository Ubuntu) yang ditawarkan oleh rekan-rekan di komunitas Ubuntu Indonesia.

    Selengkapnya

    Tuesday, November 18, 2008

    Negara-negara Asia Afrika Bersatu Gunakan Open Source

    Semangat persatuan negara-negara Asia Afrika tidak hanya berhenti dalam mendukung kedaulatan untuk merdeka dari penjajahan sebagaimana dituangkan dalam Konferensi Asia Afrika. Kerja sama yang erat juga kembali diperlihatkan untuk merdeka dalam menggunakan sumber daya teknologi informasi dengan bersama-sama mengembangkan open source.

    Komitmen negara-negara Asia Afrika untuk menjadikan open source sebagai platform bersama akan dikuatkan dalam Asia Africa Conference on Open Source yang digelar di Jakarta, 18-19 November 2008. Sebanyak 20 negara telah memastikan diri mengirim delegasi untuk mengirim delegasi.

    "Dua puluh negara termasuk Afrika Selatan, Vietnam, Malaysia, India, Iran, Jepang, Austria, AS, dan Jerman," ujar Prof. Engkos Koswara, staf ahli bidang ICT (Information and Communication Technology) Kementerian Riset dan Teknologi seperti dilansir kantor berita Antara.

    Pertemuan tersebut akan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengetahuan mengenai pengembangan dan penerapan open source. Di antaranya Prof. A Min Tjoa (Vienna University of Technology), Crawford Beveridge (Vice President Sun Microsystems), Jaijit Bhattacharya (Sun Microsystems India), Aslam Raffee (Departemen Sains dan Teknologi Afrika Selatan), Van Hoai Tran (HO Chi Minh University of Technology), dan Kazuhiro Oki (Center of the International Cooperation for Computerization).

    Sementara dari dalam negeri terdapat Betti Alisjahbana (mantan Direktur IBM Indonesia yang juga duta open source Indonesia), Ono W Purbo, Zaenal Hasibuan dari Institut Teknologi Bandung. Acara tersebut juga akan dihadiri Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dan Menteri Kounikasi dan Informatika Muhammad Nuh.

    Pertemuan AAOS merupakan hasil rekomendasi Konferensi Asia Afrika pada tahun 2005. Pada saat itu, salah satu hasil konferensi mendiskusikan implementasi informasi berbasis pengetahuan untuk menjembatani kesenjangan digital di antara negara-negara berkembang di Asia Afrika.

    Selain itu, AAOS juga didukung dalam pertemuan World Summit on the Information Society 2003 di Geneva, Swiss. WSIS menghasilkan salah satu rencana aksi pemanfaatan teknologi terbuka untuk pengembangan berkelanjutan. Antara lain upaya pemanfaatan open source, open protocol, maupun open hardware

    Selengkapnya

    Puluhan Negara Diskusikan Open Source di Jakarta

    Kementerian Riset dan Teknologi kembali menggelar workshop open source (OS) yang dinamakan Asia-Africa Conference on Open Source pada tanggal 18-19 November 2008 di Auditorium Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta. 

    Menurut Ketua Panitia Engkos Koswara, yang juga staf ahli Menteri Ristek Kusmayanto Kadiman, acara ini bertujuan mempromosikan penggunaan berbagai aplikasi OS, serta keuntungannya, baik di lingkungan pemerintahan dan swasta. "Selain itu, acara ini bertujuan untuk mendiskusikan dan berbagi informasi mengenai perkembangan ICT di Asia dan Afrika," ujar Engkos saat menyampaikan kata sambutannya.

    Acara ini akan dihadiri oleh 170 peserta yang berasal dari 30 negara, termasuk Iran, Afrika Selatan, Kuwait, Vietnam, Palestina, Malaysia, dan lainya. Sementara itu, selain dari Indonesia, pembicara pada acara ini juga datang dari Australia, Amerika Serikat, dan Jerman.

    Topik-topik yang akan didiskusikan dalam acara ini termasuk perkembangan aplikasi OS di Asia dan Afrika, tren OS saat ini, kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan OS, efisiensi di bidang IT, OS untuk early warning system, dan lainnya.

    Selengkapnya

    Tiga Mitos Open Source Software

    Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, pemerintah Indonesia serius dalam mengembangkan teknologi Open Source (OS) Software. Salah satu buktinya, Indonesia telah memiliki Duta Besar Open Source, yang saat ini diemban oleh Betti Alisjahbana. Namun demikian, hal ini bukan berarti pemerintah ingin merugikan industri software berbayar (proprietary).

    "Visi pemerintah Indonesia adalah menyediakan ekosistem OS gratis yang dapat berjalan berdampingan dengan software berbayar. Pemerintah tidak ingin merugikan hak kekayaan intelektual orang lain," ujar Kusmayanto saat menyampaikan sambutannya pada acara Asia-Africa Conference on Open Source, yang diselenggarakan di Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, 18-19 November 2008.

     

    Saat ini, kata Kusmayanto, masih terdapat tiga mitos mengenai OS di kalangan masyarakat. Pertama, masyarakat masih menganggap bahwa OS hanya ditujukan untuk ahli IT karena sifatnya yang complicated. Kedua, ada kekhawatiran bahwa tidak banyak orang yang mampu membantu menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul sewaktu software berbasis OS bermasalah. Sementara itu, di kalangan pebisnis, masih banyak yang berpikir bahwa OS menguntungkan. "Ini merupakan tantangan pemerintah," ujar Kusmaya nto.

     

    Sebagai salah satu jalan keluarnya, beberapa tahun lalu pemerintah Indonesia meluncurkan program Indonesia go Open Source. Program ini diharapkan dapat mengubah psikologi masyarakat untuk berani beralih ke software berbasis OS.

    Selengkapnya

    Palestina Belajar Open Source dari Indonesia

    Indonesia memberi pelatihan pengembangan perangkat lunak open source kepada negeri yang selalu dilanda konflik, Palestina.

    "Negara kita dianggap cukup maju di bidang pengembangan open source, Palestina meminta Indonesia memberi pelatihan mengenai ini dan telah mengirimkan satu delegasinya," kata Staf Ahli Menristek bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Prof Dr Engkos Koswara di Jakarta, Kamis (13/11). Program pelatihan ini, urainya, berlangsung dalam jangka waktu lima tahun sejak 2008 hingga 2012.

    Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementrian Riset dan Teknologi Kemal Prihatman mengatakan, kerjasama pelatihan ini diawali oleh adanya kesepakatan tingkat tinggi (antar kepala negara) agar negara-negara Islam memberi dukungan pada pembangunan di Palestina dalam bentuk apapun.

    Kementerian Ristek, lanjut Kemal, kemudian mengajukan program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang Teknologi Informasi, khususnya dalam pengembangan Open Source di mana Palestina menyambut baik tawaran tersebut.

    Menurut Kemal, gerakan pengembangan open source di dunia saat ini cukup pesat, khususnya di negara-negara berkembang yang sedang bertekad mengatasi masalah pembajakan di dalam negerinya, sekaligus melepas ketergantungan terhadap perangkat lunak berlisensi (proprietari).

    "Migrasi ke open source jelas berdampak pada kemajuan ekonomi suatu negara meski sulit diukur, paling sedikit bisa menghemat devisa negara yang harus dikeluarkan untuk membeli software proprietari bagi kantor-kantor pemerintah," katanya.

    Menurut dia, suatu negara sedikitnya harus mengeluarkan biaya perangkat lunak 300 dollar AS untuk setiap personal komputer di kantor-kantor pemerintahan.

    "Itu hanya untuk software standar seperti sistem operasi, office dan antivirus, belum termasuk aplikasi lainnya yang harganya mencekik. Hitung saja jika di sebuah negara ada ribuan komputer," katanya.

    Selain itu, kata Engkos, dengan menggunakan open source, masyarakat diajarkan untuk menyelami kode-kode yang ada dalam suatu program perangkat lunak lalu belajar memodifikasinya sendiri untuk berbagai fungsi lain.

    "Dengan open source, India bisa menyulap negaranya yang sebelumnya sebagai "pembeli" menjadi "penjual". Indonesia ingin seperti itu juga," katanya

    Selengkapnya
    Angel Save Knight Man in 1995 - Linux, Blogger, Marketing, Business, Internet | Template by - Abdul Munir - 2008